Minuman Beralkohol

Minuman Beralkohol
Jenis-Jenis Minuman Beralkohol

Jumat, 11 November 2022

Miras Khas Indonesia

 

Presiden Jokowi  mengeluarkan perpes (peraturan presiden) mengenai investasi miras (minuman keras) di Bali, NTT (Nusa Tenggara Timur), Sulut (Sulawesi Utara), hingga Papua. Adanya investasi miras lokal ini diharapkan mampu membangkitkan ekonomi tanah air.

Tidak dapat dipungkiri, beberapa daerah di Indonesia memiliki miras lokal atau tradisional yang umumnya terbuat dari proses fermentasi bahan-bahan, seperti nira, beras, buah, dan lain sebagainya.

Diketahui minuman alkohol khas nusantara ini menjadi bagian dari tradisi atau adat guna menyambut tamu atau untuk merayakan sesuatu. Nah, berikut ini beberapa jenis miras lokal yang perlu kamu tahu.











Oleh:

Muchammad Rizchal Fiky

NIM    : 1828121044

Program Studi    : Ilmu Komunikasi

STISIP Widuri



Minuman Keras Khas Indonesia (part 2)


Lanjutaan...

6. Baram. Minuman beralkohol ini sudah dikonsumsi oleh suku Dayak-Kaharingan di Kalimantan Tengah sejak ratusan tahun lalu. Mereka juga menggunakan baram dalam upacara adat dan pemberian sesaji untuk para leluhur. Baram terbuat adalah minuman alkohol khas Indonesia yang bahan utamanya adalah beras ketan. Pembuatannya berawal dari beras ketan yang ditumbuk dengan rempah kayu manis, adas, dan lengkuas. Bahan-bahannya dicampur air menjadi adonan yang akan dikeringkan untuk menjadi ragi. Ragi tersebut nantinya akan dipakai untuk mengolah beras ketan dan gula menjadi tape. Proses penyimpanan beras ketan tersebut sekitar seminggu sebelum menghasilkan baram. Semakin lama masa penyimpanan tape, kadar alkohol baram akan semakin tinggi. Rata-rata,  kadar alkohol baram yang dikonsumsi adalah 10% – 20%. Jika berbulan-bulan, baram akan semakin jernih dan kadar alkoholnya bisa mencapai 80%.

7. Ciu. Sering dengar tentang ciu? Ciu adalah minuman alkohol khas Indonesia yang diperoleh dari hasil fermentasi singkong dalam pembuatan tapai. Dengan kata lain, ciu adalah cairan yang terbuang dalam pembuatan tapai. Minuman ini berasal dari Jawa Tengah, khususnya daerah Desa Sumpiuh, Banyumas, Cikakak Ajibarang. Melansir dari Tempo, kadar alkohol ciu sebenarnya belum sempurna karena hanya melewati satu kali penyulingan. Oleh karena itu, kadar alkohol ciu sangat tinggi, dari 25% – 70%. Ciri khas ciu adalah tidak berwarna dan sangat jernih sehingga banyak yang salah mengira ciu sebagai air putih biasa. Baunya menyengat dan jika terasa pahit ketika diminum serta tenggorokan seperti terbakar. J ika ada ciu yang keruh, berarti sudah dicampur dengan bahan kimia alias oplosan—malah lebih memabukkan. Selain dari Banyumas, ada juga ciu Bekonang atau ciu Solo yang dibuat dari hasil penyulingan tetes tebu yang telah difermentasi. Ciu Solo populer di daerah Solo, Jogja, dan Magelang.



8. Tuo Nifaro. Meskipun berasal dari Sumatera Utara juga, tuo nifaro berbeda dengan tuak Batak atau tuak Tapanuli. Tuo Nifaro—disebut juga tuak Nias karena berasal dari Kepulauan Nias—merupakan minuman hasil penyulingan dari fermentasi tuak mentah (legen atau cairan segar dari tetes nira atau bunga kelapa muda). Keunikan tuo nifaro adalah warnanya yang bening seperti air putih. Kualitas tuo nifari dibagi menjadi beberapa kelas. Kelas pertama adalah kadar alkoholnya hampir 100% sehingga jarang dijual dan bukan untuk minuman, melainkan obat encok, asam urat, dan sakit sendi. Sedangkan, yang untuk diminum, biasanya tuak Nias kelas tiga. Tetap saja, jarang ada yang meminumnya langsung. Biasanya, dicampur dulu dengan air putih atau tuak mentah. Salah satu ukuran yang umum adalah satu botol tuo nifaro dicampur dengan lima teko tuak mentah.

9.Swansrai. Papua juga memiliki minuman alkohol khas Indonesia, yaitu swansrai. Minuman yang banyak dijumpai di daerah Biak, Supiori, dan Numfor ini merupakan hasil fermentasi air kelapa dari pohon yang sudah sangat tua. Cita rasa swansrai adalah sedikit pahit, aromanya kuat, dan terasa hangat di tenggorokan ketika diteguk karena kandungan alkoholnya cukup tinggi, sekitar 20% – 30%. Swansrai sering disajikan dalam tempurung kelapan.

10. Ballo. Minuman khas Sulawesi Selatan ini terbuat dari getah pohon lontar dan masyarakat setempat biasanya menyajikan dengan gelas bambu. Ballo ada dua jenis, yaitu ballo manis dan ballo kacci. Ballo manis, sesuai namanya, memiliki rasa yang manis dan halus, dengan kandungan alkohol hingga 10%. Sedangkan, rasa ballo kacci lebih tajam, asam, dan kuat. Ballo sering disajikan pada upacara adat atau pertemuan sosial sesama warga. Sering juga dikonsumsi untuk menghangatkan tubuh. Cara pembuatan ballo juga mudah. Air dari pohon lontar ditampung selama beberapa jam. Air tersebut pun menghasilkan cairan dengan kadar alkohol yang dapat diminum.

Oleh:

Muchammad Rizchal Fiky

NIM    : 1828121044

Program Studi    : Ilmu Komunikasi

STISIP Widuri

Minuman Keras Khas Indonesia (part 1)

 Dengan beragamnya budaya dan suku bangsa, minuman alkohol khas Indonesia juga beragam. Berikut beberapa minuman alkohol khas Indonesia yang tidak kalah uniknya dari wine, sake, atau soju.

1. Arak Bali. Arak merupakan minuman alkohol khas Asia yang melalui proses fermentasi dan suling. Salah satu jenis arak yang populer adalah arak Bali. Sesuai namanya, minuman alkohol khas Indonesia ini berasal dari Pulau Bali dan biasanya diminum untuk bersantai, menghangatkan tubuh, hingga upacara adat. Pengolahan arak Bali dilakukan secara tradisional, yaitu air nira yang disadap dari pohon keluarga palma, seperti lontar, kelapa, dan aren akan melalui proses fermentasi. Selesai fermentasi, air nira akan disuling menjadi arak Bali. Kandungan alkohol arak Bali bisa mencapai 30% – 50%. Daerah penghasil arak terbaik di Bali adalah Karangasem, yang kadar alkoholnya cukup tinggi dan produksinya sudah diekspor ke berbagai negara. Arak Bali masih menggunakan bahan tradisional dan tidak menggunakan campuran bahan kimia lain dalam proses pembuatannya. Sehingga, setelah minum, keesokan harinya akan merasa baik-baik saja dan tidak sakit seperti minum minuman alkohol lain


.

2. Tuak Tapanuli. Tuak banyak ditemukan di Sumatera Utara, khususnya Toba dan Tapanuli. Minuman alkohol khas Indonesia ini dibuat dari pohon enau, aren, atau kelapa yang diambil airnya. Kemudian, air tersebut difermentasi sampai berubah warnanya menjadi putih. Proses fermentasi berlangsung beberapa hari dengan kandungan alkohol sekitar 4%. Kadar alkohol tuak ini, menurut para ahli, tidak sekuat anggur dan bir. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat memberikan efek menenangkan saraf sentra. Namun, jika berlebihan, dapan menyebabkan mabuk.

3. Moke. Minuman yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur ini dibuat dari penyulingan buah dan bunga pohon lontar maupun enau. Satu hal yang khas dari moke adalah pembuatannya yang memerlukan keuletan dan keahlian khusus. Untuk mendapatkan cairan moke dari pohon lontar, dibutuhkan waktu lima jam menunggu tetesan demi tetesan dari alat penyulingan yang menggunakan bambu. Keunikan moke adalah aromanya seperti wine. Sedangkan, kadar alkoholnya 10% -15%. Biasanya, moke disajikan pada acara-acara adat atau kumpul-kumpul di akhir pekan. Moke dikonsumsi dengan berbagai makanan khas Flores, seperti ikan kuah asam, ikan bakar, sop kambing, pisang bakar, dan sambal tomat.

4. Sopi. Daerah Maluku juga memiliki minuman alkohol khas Indonesia, yaitu sopi. Minuman sopi berasal dari fermentasi dan penyulingan tanaman enau. Nama sopi berasal dari bahasa Belanja, zoopje, yang artinya alkohol cair. Sopi merupakan lambang kebersamaan dalam kultur dan tradisi masyarakat Maluku. Antar keluarga, marga, atau komunitas sering duduk bersama sambil minum sopi untuk menyelesaikan masalah. Namun, sopi saat ini sering jadi selingan dalam acara kumpul-kumpul. Pasalnya, kandungan alkohol sopi cukup tinggi, yaitu 30%. Sopi juga mirip dengan minuman moke dari NTT. Perbedaannya adalah alat menyulingnya. Sopi disuling memakai gentong yang disambung dengan pipa untuk mengalirkan uap ke sebuah wadah. Sedangkan, moke disuling dengan wadah dari tanah liat dan uapnya dialirkan menggunakan batang bambu.

5. Cap Tikus. Minuman beralkohol asal Minahasa, Sulawesi Utara, ini awalnya bernama sopi, sama seperti minuman dari Maluku. Sekitar tahun 1829, orang Minahasa yang mengikuti pendidikan militer menemukan sopi dalam botol bergambar ekor tikus, yang dijual pedagang Tiongkok di Benteng Amsterdam, Manado. Akhirnya, orang Minahasa menyebut Cap Tikus merujuk minuman tersebut. Cap Tikus dibuat dari hasil fermentasi dan penyulingan getah tandan bunga pohon enau atau aren. Minuman telah lama dikenal oleh masyarakat Minahasa dan biasa dikonsumsi dalam acara-acara adat. Kadar alkohol Cap Tikus tergolong tinggi, tapi tergantung proses penyulingannya. Pada proses penyulingan pertama, rasanya paling enak dan kadar alkoholnya paling tinggi, yaitu bisa sampai 45%. Baru, pada penyulingan kedua dan ketiga, kadarnya tinggal 20% – 30%.

Oleh:

Muchammad Rizchal Fiky

NIM    : 1828121044

Program Studi    : Ilmu Komunikasi

STISIP Widuri

Efek samping minum minuman keras

Efek buruk minuman alkohol untuk ibu hamil mulai dari menyebabkan keguguran hingga bayi lahir dengan cacat bawaan. Sementara bagi orang pada umumnya, konsumsi alkohol berlebihan dapat menimbulkan dampak bagi kesehatan fisik dan mental, contohnya:



  • 1. Depresi
  • 2. Demensia
  • 3. Hepatitis alkoholik
  • 4. Anemia
  • 5. Penyakit jantung, seperti aritmia (detak jantung tidak beraturan) dan kardiomiopati (otot jantung bermasalah)
  • 6. Perlemakan hati hingga sirosis
  • 7. Asam urat
  • 8. Tekanan darah tinggi
  • 9. Kerusakan saraf
  • 10. Stroke
  • ~Beberapa tipe kanker, seperti kanker payudara, usus, hati, esofagus, mulut, hingga pankreas~
  • Oleh:

    Muchammad Rizchal Fiky

    NIM    : 1828121044

    Program Studi    : Ilmu Komunikasi

    STISIP Widuri

Berapa kadar alkohol yang aman untuk diminum ?



Idealnya, Anda tidak boleh minum alkohol demi alasan kesehatan. Namun, jika tetap ingin mengonsumsi minuman alkohol ini, sebaiknya tidak berlebihan dan mengetahui kadar amannya sesuai jenis jenisnya, misalnya: Bir yang mengandung 5% alkohol, maksimal 355 ml Anggur yang mengandung 12% alkohol, sekitar 148 ml Minuman keras alias miras (gin, rum, whiskey, tequila, atau vodka), maksimal 45 ml Secara garis besar, jumlah aman konsumsi alkohol akan sangat bervariasi, tergantung kondisi individu. Beberapa hal yang memengaruhinya antara lain usia, faktor genetik, dan masalah kesehatan pribadi. Wanita dianjurkan untuk mengonsumsi jenis minuman keras dengan jumlah yang lebih sedikit dari rekomendasi di atas, karena rata-rata lebih rentan mabuk dibanding pria. Namun, wanita yang tengah hamil dan menyusui tidak boleh meneguk jenis minuman beralkohol sama sekali karena dikhawatirkan membahayakan diri sendiri serta janin di dalam kandungan.

Oleh:

Muchammad Rizchal Fiky

NIM    : 1828121044

Program Studi    : Ilmu Komunikasi

STISIP Widuri

Kamis, 10 November 2022

Macam-macam minuman beralkohol berdasarkan bahan baku lainnya.

 ~Alkohol berdasarkan bahan baku (1)

Other raw materialsName of fermented beverageName of distilled beverage
Sap of palmcoyol wine (Central America), tembo (Sub-Saharan Africa), toddy (Indian subcontinent), namtanmao (Thailand)
Sap of Arenga pinnatacoconutBorassus flabelliferpalm winetubâ (Philippines), namtanmao (Thailand)arracklambanog (Philippines)
Honeymeadhorilka (Ukraine), sima (Finland), tej (Ethiopia)Medica (Croatia), distilled mead, honey-flavored liqueur
Milkkumiskefirblaandarkhi (Mongolia)
Sugarfermented waterkilju (Finland)shōchū (kokutō shōchū): made from brown sugar (Japan) or rum
WalnutsOrahovac (Croatia, Serbia)
                                                                    Picture of Walnuts


Oleh:

Muchammad Rizchal Fiky

NIM    : 1828121044

Program Studi    : Ilmu Komunikasi

STISIP Widuri

Macam-macam minuman beralkohol berdasarkan bahan baku bunga dan buah

Lanjutaaa...

~Alkohol Berdasarakan Bahan Baku Bunga dan Buah (2)

FlowersName of fermented beverageName of distilled beverage
Madhuca longifoliaMahudo/મહુડો, Mahuda no daru/મહુડા નો દારૂ (Gujarat), Mahuva ki sharaab/महुआ की शराब, Madhvi/माध्वी, tharra/ठर्रा (Madhya PradeshChhattisgarh)
VegetablesName of fermented beverageName of distilled beverage
Agave juicepulquetequilamezcalraicilla
Cassava

Saliva-fermented beverages:

  • cauim
  • chicha: Throughout the Amazon Basin, including the interiors of Brazil, Ecuador, Peru, and Venezuela, chicha is made most often with cassava; in Peruvian Amazonia chichia is known as masato.
  • kasiri (Sub-Saharan Africa)
  • nihamanchi (South America) a.k.a. nijimanche (Ecuador and Peru)
  • parakari (Guyana)
  • sakurá (Brazil, Surinam)
tiquira (Brazil)
Ginger root juiceginger beer (Botswana)
Potatopotato beerhorilka (Ukraine), vodka (Poland), Kartoffelschnaps (Germany), akvavit (Scandinavia), poitín (poteen) (Ireland), tuzemák (Czech Republic), brennivín (Iceland)
Sugarcane juice, or molassesbasibetsa-betsa (regional)rum (Caribbean), rhum agricole (Haiti, Martinique, Guadeloupe and the rest of the French Caribbean), clairin (Haiti), cachaça (Brazil), Desi daru (India), aguardiente de caña (Spain), aguardienteguaro, lavagallo, pinga (Venezuela, Colombia, Nicaragua), Mamajuana (Dominican Republic), Gongo, Konyagi (Tanzania), Cocoroco (Bolivia), caña (Argentina, Uruguay), espinillar (Uruguay), caña blanca (Paraguay), ginebra (Philippines)
Sweet potatoshōchū (imojōchū) (Japan), soju (Korea)
Ti rootokolehao (Hawai'i)


Oleh:

Muchammad Rizchal Fiky

NIM    : 1828121044

Program Studi    : Ilmu Komunikasi

STISIP Widuri

Miras Khas Indonesia

  Presiden Jokowi  mengeluarkan perpes (peraturan presiden) mengenai investasi miras ( minuman keras ) di Bali, NTT (Nusa Tenggara Timur), S...